
Jepang pada hari Rabu menolak berkomentar mengenai ketidakhadiran Bank of Japan dalam pernyataan bersama bank sentral lainnya yang mendukung Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, menyusul ancaman tuntutan pidana dari pemerintahan Trump. "Masalah ini menyangkut penilaian BoJ sendiri, jadi pemerintah akan menahan diri untuk tidak berkomentar," kata juru bicara pemerintah Jepang, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, dalam konferensi pers rutin.
BoJ tidak termasuk di antara bank sentral utama yang mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung Powell. Pernyataan bersama yang jarang terjadi ini ditandatangani oleh kepala European Central Bank, Bank of England, Bank of Canada, serta kepala bank sentral Swedia, Denmark, Swiss, Australia, Korea Selatan, Brasil, dan Prancis.
Ditanya tentang pentingnya independensi bank sentral, Kihara mengatakan pemerintah percaya bahwa tanggung jawab utama untuk kebijakan makroekonomi terletak pada pemerintah. "Sebagaimana diatur oleh hukum bahwa kebijakan moneter adalah bagian dari kebijakan ekonomi secara keseluruhan, BoJ diharuskan untuk menjaga koordinasi yang erat dan komunikasi yang memadai dengan pemerintah," katanya. "Meskipun demikian, metode spesifik kebijakan moneter harus dipercayakan kepada BoJ," tambahnya.(Reuters)