Dolar Australia, Selandia Baru Reli Karena Perubahan Suasana Pasar, Sentimen Yang Tidak Tetap

     Dolar Australia dan Selandia Baru kembali pulih dari keterpurukan pada hari Kamis karena perubahan suasana yang tiba-tiba di pasar global membantu aset berisiko menguat, mengimbangi serangkaian data ekonomi domestik yang lemah. Para pelaku pasar menyebutkan harapan akan dimulainya kembali pengiriman minyak melaui Selat Hormuz dan kemungkinan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun masih banyak hal yang belum pasti.

     Dolar Australia naik menjadi $0,7078, setelah memantul 0,6% semalam dan menjauh dari level terendah $0,6985. Peristiwa di Timur Tengah telah menyebabkan mata uang tersebut anjlok hingga mencapai $0,6945 dan tertinggi $0,7122 sepanjang pekan ini, dan volatilitas lebih lanjut tampaknya akan terjadi. Dolar Selandia Baru bertahan di $0,5940, setelah naik 0,9% semalam dari level terendah $0,5861. Support utama berada di $0,5837, dengan resistance di $0,5954 dan $0,6012.

     Di dalam negeri, data menunjukkan pengeluaran rumah tangga Australia hanya naik sedikit sebesar 0,3% pada bulan Januari, setelah penurunan 0,5% pada bulan sebelumnya, yang menunjukkan permintaan konsumen telah kehilangan momentum. Hal itu dapat meredakan kekhawatiran di Reserve Bank of Australia bahwa permintaan melebihi potensi pasokan ekonomi dan memerlukan peningkatan suku bunga lebih lanjut. 

     Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan ekonomi meningkat pada kuartal Desember, memberikan tekanan ke atas pada inflasi, tetapi juga terdapat tanda-tanda peningkatan produktivitas yang sangat dibutuhkan dan pendinginan biaya tenaga kerja. Akibatnya, pasar hanya memperkirakan peluang 20% bahwa RBA akan menaikkan suku bunga acuan 3,85% pada pertemuan dewan berikutnya pada 17 Maret, tetapi sepenuhnya memperkirakan kenaikan menjadi 4,10% pada bulan Mei.(Reuters)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN