Yen Menguat Ketika Dolar Goyah, Harga Minyak Menuju $100 Mendinginkan Sentimen

     Yen Jepang stabil di dekat level terkuat sejak Februari pada hari Rabu, menjaga dolar dalam posisi defensif karena pedagang bergulat dengan harga minyak yang bergerak menuju $100 per barel karena meluasnya perang di Timur Tengah. Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan ke beberapa kota di Arab Saudi, menyeret sekutu AS ke dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari enam bulan, sementara pasukan AS menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran dan Iran menargetkan pangkalan AS di Yordania.

     Situasi ini mendorong minyak mentah Brent berjangka naik lebih dari 1,48% menjadi $99,37 per barel, menciptakan sentimen negatif di pasar global menjelang laporan inflasi AS pada hari Jumat yang akan membuka jalan untuk pertemuan bank sentral di AS dan Jepang pekan depan. Reaksi di pasar mata uang mendorong dolar lebih rendah, meskipun beberapa analis mengaitkan pelemahan tersebut dengan lonjakan nilai yen yang terjadi selama sepekan terakhir.

     Euro stabil di $1,1631, sementara sterling terakhir dibeli di $1,3546. Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang rival utama, berada di 98,15, di dekat level terendah dalam hampir dua minggu. Perhatian tertuju pada yen menyusul kenaikan sebesar 4% pada bulan September yang mengubah perhitungan carry trade popular di mana investor meminjam dana yen dengan biaya rendah untuk kemudian diinvestasikan ke mata uang dan aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

     Yen menguat ke 153,65 per dolar AS, mendekati level tertinggi tujuh bulan di 152,89 yang dicapai pada hari Selasa. Reli terjadi secara luas, dengan mata uang Jepang tersebut menguat terhadap euro dan sterling, juga terhadap mata uang yang sering menjadi sasaran carry trade seperti peso Meksiko dan lira Turki. Pergerakan ini didorong oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat oleh Bank of Japan, prospek repatriasi dana luar negeri oleh investor Jepang, dan tekanan dari Washington agar nilai yen menguat.

     Pedagang secara luas memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan tanggal 17-18 September, namun reli akan bergantung pada apakah Gubernur Kazuo Ueda mengikuti melalui komentar hawkish sementara Federal Reserve akan menjadi faktor penentu yang tak terduga. Di seberang Pasifik, dolar Australia menguat 0,12% menjadi $0,7225, mendekati level tertinggi empat bulan yang sempat dicapai pada sesi sebelumnya. Dolar Selandia Baru juga naik 0,16% ke $0,5862.(Reuters, Nikkei Asia)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN