Harga Emas Dekat Rekor Tertinggi Setelah Data IHK AS Yang Stabil, Harga Perak Mencapai Puncak Baru Di Atas $90 Per Ons

     Harga emas naik dalam perdagangan Asia pada hari Rabu, berada sedikit di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada sesi sebelumnya, karena data inflasi AS yang stabil memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini dan ketegangan geopolitik di Iran mendukung permintaan aset safe-haven. Harga emas spot naik 0,7% menjadi $4.623,55 per ons pada pukul 22:19 ET (03:19 GMT), setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $4.634,33 per ons pada hari Selasa.

     Kontrak emas berjangka AS untuk bulan Maret naik 0,6% menjadi $4.627,10 per ons. Harga perak berkinerja lebih baik, melonjak 3% ke rekor tertinggi baru sebesar $90,04 per ons pada hari Rabu. Permintaan industri yang kuat dan aliran dana safe-haven telah menambah momentum reli perak. Data indeks harga konsumen AS yang dirilis pada hari Selasa berada di bawah ekspektasi. IHK inti naik 0,2% pada bulan Desember dan 2,6% secara tahunan, di bawah perkiraan, memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga di masa mendatang.

     Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas batangan dengan mengurangi biaya peluangnya. Risiko geopolitik juga tetap menjadi fokus utama. Iran dilanda protes anti-pemerintah yang semakin intensif yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.000 orang, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.

     Kerusuhan tersebut telah memicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump, yang memperingatkan kemungkinan tindakan militer dan mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Trump juga mendesak para pengunjuk rasa untuk meningkatkan tekanan pada kepemimpinan Iran, dengan mengunggah di media sosial bahwa mereka harus "mengambil alih institusi Anda" dan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan."

     Faktor lain yang mendukung harga emas adalah kekhawatiran atas independensi bank sentral AS setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal yang melibatkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Meskipun perkembangan ini membuat investor gelisah, para kepala bank sentral dan eksekutif bank besar secara terbuka mendukung Powell, menekankan pentingnya menjaga otonomi Fed di tengah tekanan politik.(Investing)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN