
Harga emas naik tipis dalam perdagangan Asia pada hari Selasa tetapi sebagian besar tetap berada dalam kisaran karena pasar mencermati sinyal yang beragam mengenai perang AS-Iran. Antisipasi pertemuan bank sentral di AS dan Jepang juga membuat para pedagang berhati-hati dan tetap berada di luar pasar. Harga emas spot naik 0,3% menjadi $4.695,07 per ons, sementara harga emas berjangka naik 0,3% menjadi $4.710,04 per ons pada pukul 20:30 ET (00:30 GMT).
Logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan. Harga perak spot naik 0,5% menjadi $75,9395 per ons, sementara harga platinum spot naik 0,6% menjadi $1.999,04 per ons. Emas dan logam mulia sebagian besar tetap berada dalam kisaran di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut mengenai perang Iran dan dampaknya terhadap suku bunga dan inflasi global.
Iran terlihat menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz awal pekan ini. Namun, laporan pada hari Senin menunjukkan Washington sebagian besar skeptis terhadap proposal tersebut, mengingat hal itu melibatkan penundaan perundingan tentang aktivitas nuklir Teheran. Upaya negosiasi langsung AS-Iran gagal total selama akhir pekan, karena kedua pihak menolak untuk bertemu di Pakistan untuk dialog lebih lanjut. Status perundingan di masa depan sebagian besar masih belum jelas.
Harga minyak naik minggu ini, membuat pasar sebagian besar waspada terhadap dampak inflasi dari perang Iran. Bank of Japan dan Federal Reserve dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan minggu ini, dan kemungkinan akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang kebijakan moneter dan prospek inflasi di tengah gangguan dari perang Iran. Kedua bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Tetapi BoJ yang bertemu pada hari Selasa diperkirakan akan memberikan pandangan yang lebih hawkish, terutama di tengah inflasi Jepang yang tinggi. Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu. Pertemuan ini kemungkinan akan menjadi yang terakhir di bawah kepemimpinan Ketua saat ini, Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada 15 Mei. Powell akan digantikan oleh mantan gubernur Fed, Kevin Warsh, yang memberikan kesaksian di hadapan Kongres dalam sidang konfirmasi pekan lalu.(Investing)