Dolar Hanya Sedikit Naik Dari Dorongan Ekspektasi Kenaikan Fed

     Dolar fluktuatif pada hari Senin meskipun ada peningkatan taruhan kenaikan suku bunga AS, ketegangan di Timur Tengah memicu risiko inflasi yang dapat memaksa bank-bank sentral global memperketat kebijakan secara serentak, mengikis keunggulan imbal hasil AS. Pergeseran sentimen terhadap yen Jepang dan kekhawatiran mengenai utang AS yang terus membengkak dan ketidakpastian kebijakan juga turut menekan greenback.

     Pergerakan mata uang cenderung terbatas dalam perdagangan Asia dengan pasar AS tutup untuk hari libur, meskipun dolar kesulitan mempertahankan penguatan singkat yang sempat terjadi akibat laporan data tenaga kerja AS yang sangat kuat pada hari Jumat. Euro sedikit berubah di $1,1609, sementara sterling sedikit melemah ke $1,3513. Terhadap sekeranjang mata uang, dolar datar di 99,16, tidak jauh dari level terendah baru-baru ini di 98,558.

     Pedagang mulai memperhitungkan kemungkinan sekitar 57% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bulan ini menyusul rilis data non-farm payrolls, dengan langkah selanjutnya sangat bergantung pada data inflasi hari Jumat. Tekanan inflasi akibat harga minyak yang masih tinggi menjadi alasan utama mengapa European Central Bank terlihat pasti akan menaikkan suku bunga menjadi 2,75% pada hari Kamis. Kontrak berjangka juga mengindikasikan peluang 75% untuk kenaikan lanjutan menjadi 3,0% pada bulan Desember.

     Demikian pula, pasar memperhitungkan peluang 75% bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin dalam pertemuan tanggal 18 September, dengan probabilitas 60% untuk langkah lanjutan pada bulan Desember. Yen menguat 0,1% menjadi 156,01 per dolar pada hari Senin, mendapat tambahan dukungan setelah penasihat ekonomi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memproyeksikan kenaikan suku bunga oleh BoJ bulan ini.

     Mata uang Jepang telah melonjak lebih dari 2% pekan lalu, menyusul kombinasi berbagai faktor termasuk pembatalan posisi carry trade dan ekspektasi repatriasi modal yang akan memperkuat yen. Di pasar mata uang lainnya, dolar Australia menguat 0,11% menjadi $0,7207, sementara dolar Selandia Baru turun 0,1% menjadi $0,5875.(Reuters, CNBC)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN