
Dolar AS diperdagangkan dalam kisaran sempit pada hari Kamis menjelang simposium Jackson Hole, sementara yen tetap stabil setelah seorang pembuat kebijakan Bank of Japan tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga bulan depan tapi tidak memberikan sinyal eksplisit mengenai hal tersebut. Euro naik 0,07% terhadap dolar AS ke $1,1657, sementara pound Inggris diperdagangkan pada $1,3592. Dolar Australia menguat 0,22% menjadi $0,7183.
Sementara itu, yen sebagian besar stabil di angka 159,29 per dolar, sedikit bergerak setelah Deputi Gubernur BoJ Ryozo Himino, menyatakan bahwa kenaikan suku bunga yang tepat waktu akan membantu mencegah lonjakan inflasi yang dapat memaksa pengetatan secara mendadak kemudian. Himino, meskipun demikian, tidak menggunakan bahasa yang serupa dengan yang digunakan menjelang pertemuan BoJ bulan Januari 2025 untuk mengisyaratkan kenaikan suku bunga.
Pelaku pasar menantikan petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga bulan September dan skala dan kecepatan pengetatan lebih lanjut, dengan broker pasar uang Totan Tanshi memperkirakan adanya peluang sebesar 86% bagi BoJ untuk menaikkan suku bunga bulan depan. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang lain termasuk yen dan euro, stabil di 99,12 setelah memangkas kenaikan dari level tertinggi delapan hari.
Data Departemen Perdagangan AS yang dirilis semalam menunjukkan bahwa Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi meningkat 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli, tidak berubah dari bulan Juni dan sedikit di atas estimasi 3,6% dari para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Secara bulanan, PCE naik 0,2% dibandingkan estimasi kenaikan 0,1% setelah turun 0,1% pada bulan Juni. Won Korea menguat 0,48% terhadap dolar menjadi 1.378,7 per dolar setelah Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,00%, kenaikan kedua berturut-turut.
Dolar Kanada bartahan stabil terhadap greenback di C$1,388 per dolar.Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengatakan bahwa sudah "saatnya memberi pelajaran kepada Kanada bahwa mereka tidak bisa lagi melakukan hal ini," hanya beberapa hari setelah perundingan perdagangan antara kedua negara tersebut gagal.(Reuters, eurochange)