Harga Emas Turun Di Bawah $4.200 Per Ons Karena Ketegangan Baru Iran Memperbarui Kekhawatiran Inflasi

     Harga emas turun untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu, tertekan oleh penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, karena serangan baru AS terhadap Iran terus memicu kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh energi. Harga emas spot turun 1,9% menjadi $4.180,85 per ons pada pukul 22:06 ET (02:06 GMT), mencapai level terendah sejak 23 Maret.

     Emas berjangka AS juga turun 1,9% menjadi $4.204,75, karena investor mengurangi eksposur menjelang data indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada hari Rabu. Washington melancarkan serangan baru terhadap target Iran pada hari Selasa setelah jatuhnya helikopter militer AS di dekat Selat Hormuz, yang kembali memicu kekhawatiran akan gangguan yang lebih luas terhadap pasokan energi global.

     Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Rabu, menambah kekhawatiran bahwa biaya bahan bakar yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve. Prospek inflasi yang terus-menerus telah mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga AS. Lebih dari 70% pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember.

     Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam mulia tersebut. Imbal hasil Treasury tetap mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, sementara dolar tetap stabil menjelang laporan inflasi. DXY naik tipis 0,1% selama jam perdagangan Asia, tetap berada di dekat puncak dua bulan yang dicapai awal pekan ini. Investor mengamati dengan cermat data IHK untuk melihat apakah tekanan inflasi meningkat.

     Ekonom memperkirakan inflasi konsumen tahunan akan naik menjadi sekitar 4,2% pada bulan Mei, yang akan menandai angka tertinggi sejak April 2023 dan dapat memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan kebijakan yang ketat. Pasar juga menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni, di mana para pembuat kebijakan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi dapat memberi sinyal prospek yang lebih hawkish jika inflasi tetap tinggi. Di antara logam mulia lainnya, harga perak turun 1% menjadi $64,70 per ons, sementara platinum turun 3% menjadi $1.678,60 per ons.(Investing, BBC)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN