Harga Minyak Memperpanjang Penurunan Karena Kekhawatiran Gangguan Pasokan Dari Timur Tengah Mereda

     Harga minyak turun pada perdagangan awal hari Kamis, memperpanjang penurunan dari hari sebelumnya, karena laporan Arab Saudi yang menawarkan kargo minyak mentah tambahan melalui Oman meredakan kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Minyak mentah Brent berjangka turun $1,24, atau 1,2%, menjadi $104,59 per barel pada pukul 00:49 GMT, sementara West Texas Intermediate berjangka AS turun $1,14, atau 1,1%, menjadi $101,29. Kedua kontrak tersebut turun sekitar $3 pada hari Rabu.

     Arab Saudi menawarkan lebih banyak muatan minyak mentah kepada kilang-kilang di Asia melalui transfer antar-kapal di pelabuhan Sohar Oman, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, mengurangi dampak terhadap pasokan global akibat serangan terhadap jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi yang mengarah ke Laut Merah. Harga minyak naik ke tertinggi sekitar empat bulan pada awal pekan ini setelah sumber-sumber industri pelayaran menyatakan bahwa pemuatan minyak mentah di pusat ekspor Laut Merah Arab Saudi Yanbu dihentikan dan Riyadh telah membatalkan beberapa pengiriman kargo ke pelanggan Eropa.

     Penghentian tersebut menyusul serangan terhadap jalur pipa Timur-Barat, yang memasok minyak ke pelabuhan Yanbu. Yanbu menjadi jalur utama ekspor minyak Arab Saudi setelah Iran mulai memblokade Selat Hormuz setelah serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut pada akhir Februari. Sebelum perang, Hormuz merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia. Dua stasiun pompa yang melayani jalur pipa Timur-Barat rusak akibat serangan pekan lalu, dengan jadwal perbaikan yang belum jelas, menurut penilaian dari tiga sumber di sektor minyak dan keamanan.

     Meskipun harga minyak turun pada hari Kamis, kekhawatiran terhadap semakin intensifnya perang di Timur Tengah tetap ada. Pesawat tempur Saudi membombardir Yaman dan pejuang Houthi meluncurkan drone serta rudal ke kota-kota Saudi, gerakan yang didukung Iran mengatakan pada hari Rabu, setelah kemajuan pesat yang memperluas jangkauan Teheran dalam perang Timur Tengah.

     Sementara itu, Energy Information Administration AS pada hari Rabu melaporkan penurunan cadangan minyak mentah AS pekan lalu yang jumlahnya lebih kecil dari perkiraan. Peresediaan minyak mentah di negara produsen terbesar tersebut turun sekitar 640.000 barel pada pekan lalu, data EIA menujukkan, dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebesar 1,62 juta barel menurut jajak pendapat Reuters terhadap para analis energi.(Reuters, CNBC)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN