Harga Minyak Memperpanjang Kenaikan Karena Ketidakpastian Ekspor Dari Hormuz Yang Berkepanjangan

     Harga minyak naik selama empat hari berturut-turut pada hari Rabu saat para investor menimbang sinyal yang saling bertentangan dari Teheran dan Washington mengenai apakah Selat Hormuz terbuka bagi kapal-kapal. Minyak mentah Brent berjangka naik 42 sen, atau 0,5%, menjadi $91,44 pada pukul 06:30 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate berjangka AS naik 51 sen, atau 0,6%, menjadi $85,45 per barel.

     Kedua kontrak tersebut ditutup pada hari Selasa di level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu seiring memudarnya harapan akan perdamaian antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan bahwa Selat Hormuz terbuka, bertentangan dengan pernyataan Iran bahwa jalur air vital tersebut masih tertutup bagi pelayaran.

     Kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada hari Senin dan seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya beralih ke postur militer yang "sepenuhnya ofensif" akibat kebuntuan diplomatik, meskipun tidak ada laporan mengenai serangan baru dari kedua belah pihak pada hari Selasa.

     Aktivitas pelayaran melalui Hormuz melambat, menurut data hari Rabu, karena sebagian besar pemilik kapal menghindari jalur air utama tersebut akibat kurangnya sinyal yang jelas mengenai pembukaan kembali jalur itu dari blokade. Untuk menghindari Selat Hormuz, kabinet Irak menyetujui mekanisme ekspor minyak mentah Irak melalui perusahaan internasional dan lokal khusus serta melalui berbagai jalur ekspor, demikian pernyataan pemerintah pada hari Selasa.

     Kontrak di bawah mekanisme baru ini akan berlaku selama tiga bulan mulai 1 September, menurut pernyataan yang dikeluarkan setelah rapat kabinet. Sementara itu, persediaan minyak mentah dan distilat AS turun sedangkan persediaan bensin naik pada pekan lalu, menurut sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute.

     Angka resmi persediaan dari U.S. Energy Information Administration dijadwalkan rilis pada pukul 10:30 ET (14:30 GMT). Para analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah turun sekitar 600.000 barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus.(Reuters, Britannica)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN