Ini Kabar Dari Amerika Yang Membuat Dolar Kehilangan Momentumnya

Ini Kabar Dari Amerika Yang Membuat Dolar Kehilangan Momentumnya

Oleh: OIMS Date: 24 May 2018

Dolar kehilangan momentumnya, pada hari Kamis (24/05/2018) setelah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve dipandang sebagai dovish dan Presiden AS Donald Trump mengusulkan untuk menerapkan tarif baru pada mobil impor.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya.DXY = USD kembali menuju ke 98.897, dari level tertinggi lima bulan di 94.195 setelah FOMC Meeting The Fed.

Pertemuan tersebut, menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan berpikir kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lagi akan dilakukan -sejalan dengan ekspektasi pasar - mereka juga mengungkapkan The Fed akan mentolerir inflasi naik di atas targetnya untuk sementara waktu.

“Pertemuan tersebut mengisyaratkan The Fed tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Pasar saham AS tampaknya menyukai bahwa mereka tidak terlalu hawkish, ”kata Ayako Sera, ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust bank.

Jatuhnya dolar juga ditenggarai oleh kebijakan Trump yang tampaknya telah membuka sebuah bab baru dalam perang dagang, dengan mempertimbangkan tarif baru, kali ini pada mobil, hanya beberapa hari setelah Washington setuju dengan Cina untuk "menunda" rencananya untuk mengenakan tarif atas barang-barang Cina senilai $ 150 miliar .

Yen terhadap dolar merosot 0,3 persen menjadi 109,73 pada awal perdagangan Asia, sehari sebelumnya jatuh 0,73 persen, penurunan terbesar dalam hampir tiga bulan.

Mata uang safe haven Swiss franc juga naik 0,15 persen menjadi 0,9943.Dimana pada hari Rabu (23/05/2018) mencapai level tertinggi tiga minggu di 0,9894 per dolar.

Euro sedikit memantul kembali ke $ 1,1704, setelah mencapai level terendah enam bulan di $ 1,1676 pada hari Rabu (23/05/2018) tetapi mata uang zona euro ini tertahan oleh kekhawatiran ekonomi dan politik di Eropa.

Rilis data zona euro , Indeks Flash Manufacturing PMI di rilis turun dari sebelumnya di 56.2, dimana prediksinya berada di 56.1, Flash Service PMI dirilis anjlok ke 53.9 dimana angka sebelumnya berada di 54.7 dan ekspetasinya sama dengan angka sebelumnya. Data ini dianggap sebagai panduan yang baik untuk kesehatan ekonomi zona euro, tenggelam pada bulan Mei ke level terendah 18 bulan, menunjukkan pertumbuhan kuat di benua itu tahun lalu telah kehilangan kekuatan.

Investor terkesima oleh perkembangan politik di Italia, di mana pemerintah koalisi yang diusulkan oleh partai 5 Stars dan League menekan ekonom euroceptic Paolo Savona sebagai menteri ekonomi.

Mata uang zona euro itu lembut terhadap yen, EUR/JPY mencapai level  terendah sembilan bulan di 128,24 pada hari Rabu.

Poundsterling Inggris, GBP  berada di level $ 1,3374, setelah mencapai terendah lima bulan $ 1,3305 setelah data inflasi Inggris yang lemah.