Harga minyak kembali melonjak tajam

Harga minyak kembali melonjak tajam

Oleh: OIMS Date: 23 Feb 2021

Harga minyak melonjak lebih dari $ 1 pada hari Selasa 23 Februari 2021, karena produksi minyak AS yang  lambat untuk kembali setelah cuaca ekstrim  di Texas menutup produksi minyak mentah minggu lalu. Produsen minyak kecil  di Amerika Serikat bagian selatan dapat memakan waktu setidaknya dua minggu untuk memulai kembali lebih dari 2 juta barel per hari (bpd) dari produksi minyak mentah yang ditutup karena cuaca dingin, karena pipa yang membeku dan gangguan pasokan listrik memperlambat pemulihan mereka. Minyak mentah jenis Brent naik $ 1,06, atau 1,6%, pada level $ 65,30 per barell, setelah sebelumnya mencapai tertinggi  di $ 66,38. Minyak mentah AS naik 81 sen, atau 1,4% ke level $ 62,51 per barell, setelah mencapai sesi tertinggi nya di $ 62,73. Kedua benchmark tersebut telah naik lebih dari 1% setelah naik hampir 4% di sesi sebelumnya. Momentum positif terus berlanjut di kompleks minyak, dengan investor tanpa malu-malu cenderung berpandangan bullish. Goldman Sachs Commodities Research menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent sebesar $ 10 untuk kuartal kedua dan ketiga tahun 2021, mengutip perkiraan persediaan yang lebih rendah, biaya marjinal yang lebih tinggi untuk memulai kembali aktivitas hulu dan arus masuk spekulatif. Bank Wall Street mengharapkan harga Brent mencapai $ 70 per barell di kuartal kedua dari $ 60 yang diprediksi sebelumnya dan $ 75 di kuartal ketiga dari $ 65 sebelumnya. Morgan Stanley  memperkirakan harga minyak mentah Brent naik menjadi $ 70 per barel pada kuartal ketiga di tengah  tanda-tanda pasar yang jauh lebih baik termasuk prospek kenaikan permintaan