Perlambatan Ekonomi Global, Peluang Atau Ancaman?

Oleh: OIMS Date: 21 Feb 2019

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara

berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik dalam periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi

yang baik tentu akan meningkat dari periode sebelumnya. Jika pertumbuhan ekonomi menurun,

maka akan ada sektor yang akan terkena dampaknya. Menurunnya pertumbuhan ekonomi dapat

membuat ekonomi menjadi lambat. Pada tahun 2019 ini ada dua lembaga dunia yang

memproyeksikan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi global tahun 2019 akan tumbuh 3,5%

turun 0,2% dari proyeksi sebelumnya. Sedangkan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan

ekonomi global menjadi 2,9% dari sebelumnya di 3%. Melambatnya pertumbuhan ekonomi global

disebabkan oleh hal-hal berikut:


1. Perang dagang antara AS dan China.

Perang dagang dimulai oleh AS karena defisit perdagangan AS dan China naik menjadi

US$375,2 Milyar di tahun 2017 naik dari tahun 2016 sebesar US$347 Milyar. Presiden AS

Donald Trump menganggap defisit perdagangan antara AS dan China merupakan suatu

kecurangan, bahkan disebut dengan istilah “pencurian”. Lalu Presiden Trump mengeluarkan

kebijakan untuk menetapkan tarif impor sebesar 25% untuk baja dan 10% untuk aluminium

produk China. Dan langkah tersebut dibalas oleh China dengan menaikkan tarif sebesar 25%

untuk produk daging babi dan skrap aluminium, serta tarif 15% untuk 120 komoditas AS

lainnya. Hingga saat ini perang dagang masih belum berakhir karena belum adanya

kesepakatan antara kedua negara tersebut.


2. Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS dan China.

Pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2019 diproyeksikan hanya sebesar 2,5% dari tahun

sebelumnya di 2,9%. Dan ekonomi China diproyeksikan hanya sebesar 6,2% tahun 2019,

dari sebelumnya 6,5% di tahun sebelumnya. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari adanya

perang dagang antara AS dan China. Dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi kedua

negara besar ekonomi dunia ini, tentu saja membawa pengaruh kepada pertumbuhan

ekonomi global.


3. Melambatnya pertumbuhan eonomi Zona Eropa.

Pada tahun 2018 ekonomi kawasan Eropa hanya tumbuh sebesar 1,8% turun dari

pertumbuhan tiga tahun sebelumnya yaitu 2% atau lebih. Hal ini menyebabkan Bank Sentral

Eropa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa hanya sebesar 1,7%. Italia

sebagai negara ekonomi terbesar ketiga di kawasan Uni Eropa telah memasuki resesi secara

teknikal karena pertumbuhan ekonomi yang negatif pada kuartal terakhir 2018. Selain itu juga

pertumbuhan ekonomi Jerman sebagai negara terbesar ekonomi di kawasan Uni Eropa pada

tahun 2018 hanya sebesar 1,5% turun dari tahun sebelumnya di 2,2%.


4. Kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan.

Batas akhir untuk Brexit adalah pada tanggal 29 Maret 2019. Sampai saat ini PM Inggris

Theresa May masih membahas mengenai proposal Brexit tanpa kesepakatan dengan

parlemen dan dengan Uni Eropa. Brexit tanpa kesepakatan berarti bahwa Inggris

meninggalkan Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan apapun yang mengikat di antara kedua

pihak. Hal ini tentu saja membawa konsekuensi tersendiri baik secara politik, hukum,

ekonomi, maupun keamanan.


Dengan kondisi perekonomian global yang diperkirakan akan melambat pada tahun ini, bahkan

sampai tahun depan maka perlu kita cermati dengan baik. Dalam hal ini dapat terjadi kemungkinan

sebagai berikut:

1. Pertumbuhan ekonomi melambat sesuai dengan proyeksi.

Hal ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi global akan benar-benar melambat, dan hal ini

dapat menimbulkan potensi terjadinya resesi global. Hal ini tentu tidak kita harapkan terjadi.


2. Pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan proyeksi.

Kemungkinan yang terjadi adalah bahwa pertumbuhan ekonomi global tidak seburuk yang

diperkirakan, atau tetap sama dengan tahun sebelumnya. Hal ini menimbulkan harapan

bahwa ekonomi global dapat terhindar dari resesi.


Dengan adanya potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang dapat mempengaruhi

banyak sektor ekonomi termasuk di dalamnya trading forex, maka pihak yang terjun di dunia trading

forex harus memperhatikan dengan baik. Hal ini sangat mempengaruhi dalam pembentukan

sentimen dan trend pasar.

Kondisi perekonomian dunia yang sedang mengalami perlambatan dapat membawa ancaman

maupun peluang dalam trading. Menjadi ancaman jika dalam trading dilakukan tanpa dasar yang

jelas dan asal-asalan. Jika mempunyai rencana trading yang jelas, maka perlambatan ekonomi global

dapat menjadi peluang.

Jika anda ingin bertransaksi dengan rencana trading yang jelas, maka kami memiliki OTA Trading,

yaitu sistem Artificial Intelligence (AI) yang dibuat berdasarkan analisa teknikal. OTA Trading dapat

membantu anda karena memberikan suggest trading, yang disertai dengan stop loss dan take

profitnya.