Mengapa Non-Farm Employment Change Harus Diperhatikan?

Oleh: OIMS Date: 01 Feb 2019

Setiap awal bulan setiap orang yang bertransaksi di forex maupun komoditi akan memperhatikan data dari AS yaitu Non-Farm Employment Change. Data ekonomi ini adalah salah satu data penting yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar forex dan komoditi.

Data  Non-Farm Employment Change dirilis pada Jumat pertama setiap bulan. Ada dua data yang berkaitan dengan Non-Farm Employment Change, yaitu:

1.     ADP Non-Farm Employment Change.

Data ini adalah perkiraan perubahan tenaga kerja di luar bidang pertanian dan pemerintahan.

Data ini dirilis, satu atau dua hari sebelum data Non-Farm Employment Change.

Tetapi biasanya data ADP Non-Farm Employment Change tidak mejadi fokus perhatian karena data ini hanya merupakan perkiraan saja.

 

2.     Non-Farm Employment Change.

Yang menjadi fokus sebenarnya adalah data Non-Farm Employment Change.

Apa itu Non-Farm Employment Change? Non-Farm Employment Change adalah perubahan jumlah tenaga kerja diluar bidang pertanian pada bulan sebelumnya.

Hasil dari data Non-Farm Employment Change adalah kondisi jumlah tenaga kerja yang sebenarnya, tidak seperti ADP Non-Farm Employment Change yang hanya merupakan perkiraan saja.

 

Mengapa data Non-Farm Employment Change penting? Karena data ini menunjukkan jumlah tenaga kerja yang bekerja di AS. Tenaga kerja dapat merefleksikan kondisi ekonomi suatu negara, dalam hal ini adalah AS. Seperti kita ketahui ekonomi AS adalah acuan untuk keadaan ekonomi global pada umumnya.

Hasil dari data Non-Farm Employment Change dapat berupa:

1.          Data Non-Farm Employment Change mengalami peningkatan.

     Hal ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang bekerja (diluar sektor pertanian) bertambah. Dengan bertambahnya jumlah tenaga kerja, maka kegiatan ekonomi seperti industri dapat berjalan dengan baik. Itu menunjukkan bahwa kondisi ekonomi AS sedang dalam keadaan bagus.

 

2.          Data Non-Farm Employment Change mengalami penurunan.

     Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kerja berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi AS sedang tidak baik.

 

3.         Data Non-Farm Employment Change tetap.

    Ini menunjukkan bahwa tidak ada perubahan jumlah tenaga kerja. Walaupun tidak ada perubahan, tetap menunjukkan bahwa ekonomi tetap baik

 

Seperti kita ketahui, pada saat ini pemerintahan AS masih melakukan penutupan pemerintahan yang berarti bahwa ada pegawai pemerintah yang sedang tidak bekerja. Hal ini tentu dapat mempengaruhi hasil data Non-Farm Employment Change tersebut. Kita dapat melihat pada saat data Non-Farm Employment Change tersebut dirilis apakah terkena dampak dengan adanya government shutdown tersebut.

AS sebagai acuan kondisi ekonomi global, sehingga setiap data ekonomi yang dirilis dalam hal ini Non-Farm Employment Change mempunyai dampak yang signifikan terhadap sektor lain yang salah satunya adalah forex. Data tersebut sangat ditunggu, apalagi oleh para pelaku pasar yang memanfaatkan hasil Non-Farm Employment Change tersebut untuk bertransaksi. Hal ini disebabkan karena fluktuasi harga yang cukup signifikan pada saat data Non-Farm Employment Change dirilis, sehingga besar pula peluang dalam transaksi. Sebelum bertransaksi, tentu diperlukan analisa pasar.

Anda tentu akan memperkirakan hasil data Non-Farm Employment Change itu apakah akan bagus atau tidak, dan hasil perkiraan Anda belum tentu sesuai dengan hasil yang sebenarnya. Hal ini tentu membuat anda bingung dalam melakukan transaksi

Jika Anda bingung untuk memperkirakan hasil dari Non-Farm Employment Change, kami mempunyai OTA Trading, yaitu sistem Artificial Intelligence (AI) berdasarkan analisa teknikal. OTA Trading akan memberi suggest trading kepada Anda. Ini dapat membantu Anda, sehingga Anda tidak perlu repot melakukan analisa sendiri.