Lira Turki Anjlok, Apa Hubungannya Dengan Euro dan Finansial Global?

Oleh: Abdul Hadi Date: 16 Aug 2018

Turki merupakan negara yang terbentang dari semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa Tenggara, atau biasa disebut kawasan Eurasia, terkait letak geografisnya tersebut. Minggu ini negara yang dikomandoi oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan itu tengah menjadi sorotan terkait Lira, mata uang negara itu sejak awal tahun, anjlok 31,7% terhadap dolar AS dan menyentuh posisi terlemahnya sepanjang sejarah.


Apa Yang Terjadi Disana?

Lira pada Senin (13/08/2018) pagi diperdagangkan anjlok sekitar 9% terhadap dolar AS di sekitar 6,99 lira per dolar. Sebelumnya lira sempat terjun bebas ke level 7,24 sebelum kembali rebound setelah pemerintah Turki memenangkan pasar dengan mengumumkan beberapa aksi ekonomi.




sumber : www.xe.com

Pertikaian diplomatik dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) ditengarai menjadi faktor penyebab Lira semakin melemah. Lira telah menjadi korban atas krisis mendalam yang dipicu agenda pertumbuhan oleh pemerintahan Presiden Erdogan serta pertikaian diplomatik dengan AS, yang menjatuhkan sanksi atas penahanan seorang pendeta asal AS, Andrew Brunson yang ditahan karena tuduhan keterlibatan upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016 di Turki.


Presiden AS, Donald Trump bereaksi dengan kejadian tersebut dan mengatakan pada hari Jumat bahwa ia telah menggandakan bea masuk baja dan aluminium terhadap Turki. Ini menjadi pemicu nilai mata uang Lira semakin merosot.


Mengapa Pasar Finansial Global Peduli?

Meskipun Turki mata uangnya menggunakan Lira bukan Euro, akan tetapi krisis yang terjadi pada negara yang terkenal dengan kebabnya itu berdampak pada perekonomian Eropa, dan bahkan pasar finansial global. Hal itu terjadi karena Turki mempunyai ketergantungan terhadap investor asing. banyak aliran dana yang datang dari Eropa menuju Turki.


Tim Lee, ekonom dari sebuah lembaga analis ekonomi piEconomics, mengatakan “di Turki, banyak bank yang kemudian meminjam uang dalam bentuk dolar dari luar negeri untuk dipinjamkan ke perusahaan lokal. Tujuannya membuat perusahaan-perusahaan itu bisa tumbuh cepat. "Jadi, ekonomi Turki makin bergantung pada pembiayaan dari luar," ujarnya sebagaimana dikutip dari The New York Times, Minggu, 12 Agustus 2018.

Konflik yang terjadi antara AS dan Turki memicu kekhawatiran investor bahwa negara yang ibu kotanya di Istanbul ini akan mengalami krisis yang lebih rumit dibandingkan yang terjadi pada Yunani, Italia, dan Spanyol,, karena alur cerita untuk kasus Turki agak berbeda. Jika kisah krisis utang biasanya melibatkan pinjaman pemerintah, kisah krisis Turki sebagian besar melibatkan korporasi.

Alhasil, mekanisme bantuan pendanaan pun lebih rumit dan menyebabkan kekhawatiran bahwa masalah di negara kecil dengan satu-satunya kepentingan sistemik marjinal itu bisa meningkat dan menyebar dengan cepat.


Saham Eropa dan euro turun pada hari Senin karena kekhawatiran tentang kemungkinan dampak pada beberapa bank Eropa, termasuk BBVA Spanyol, UniCredit Italia dan BNP Paribas dari Prancis.

"Sejauh ini dampak hantaman lira telah terbatas di Eropa dan seluruh dunia," kata Agathe Demarais, analis Turki di The Economist Intelligence Unit, dalam komentar di email ke AFP.


"Namun, dalam beberapa bulan, bank-bank di barat yang memiliki hubungan kuat dengan Turki akan merasakan dampak krisis karena perusahaan Turki akan berjuang untuk membayar utang dalam mata uang asing.

Solusi Agar Tidak Terkena Dampak Krisis Turki?

Krisis ini masih terus berlanjut, terlebih baru-baru ini Presiden Erdogan melakukan tindakan balasan kepada Trump. Turki telah menaikkan tarif impor beberapa produk Amerika Serikat dengan drastis, menurut lembaran negara Turki hari Rabu (15/8/2018).


Peraturan yang ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu menaikkan bea impor mobil penumpang sebesar 120%, 140% untuk minuman beralkohol, dan 60% untuk daun tembakau.


Untuk Anda investor forex, terutama yang bertransaksi pada pair EUR/USD, kabar dari Turki ini patut di cermati. Karena ini akan menjadi kesempatan untuk meraih untung di pair tersebut jika Anda mampu membaca dan menganalisanya atau justru sebaliknya akan menjadi malapetaka jika tidak mampu untuk menganalisanya, dan ini butuh fokus dan waktu Anda. Tetapi jika Anda mempunyai kesibukan utama lainnya dan tidak mempunyai waktu untuk memantaunya, ini Solusinya.