Kondisi Geopolitik Tengah Memanas, Saatnya Berlindung Pada Aset Safe Haven

Oleh: Abdul Hadi Date: 13 Apr 2018

Kondisi iklim politik akhir-akhir ini tengah memanas. Terkadang terlihat seperti akan terjadi perang dunia ketiga, karena yang terlibat bukan hanya satu atau dua negara, tetapi ada beberapa negara yang turut andil di dalamnya. Kondisi tersebut membuat para investor mencari aset untuk mengamankan investasinya atau biasa dikenal dengan istilah aset Safe Haven. Berikut kabar yang tengah memanaskan jagat perpolitkan dunia, dan aset Safe Haven apa yang bisa jadi pelindung dari ancaman krisis ekonomi global.


Perang Dagang Amerika Serikat (AS) dan China

Perang ini dimulai ketika Presiden Trump memerintahkan Departemen Perdagangan AS, untuk menyelidiki praktik perdagangan Cina yang diduga tidak adil, dengan fokus khusus pada dugaan pencurian kekayaan intelektual AS. Agensi pemerintah kemudian memperkirakan bahwa ada pencurian kekayaan intelektual oleh Cina yang merugikan AS antara $ 225 miliar dan $ 600 miliar setiap tahunnya.


Didasari hasil penyelidikan tersebut, AS kemudian mengambil langkah agresif dengan mengumumkan tarif 30% pada panel surya yang sebagian besar impor dari Cina, dan juga pajak untuk mesin cuci perumahan besar mulai dari 20%. Trump kemudian mengenakan pajak impor baja sebesar 25% dan aluminium impor sebesar 10%. Cina pun tak tinggal diam, Presiden Xi Jinping membalas tindakan Trump dan koleganya tersebut dengan menetapkan tarif impor AS senilai $ 3 miliar, termasuk tarif 15% atas 120 produk Amerika termasuk buah-buahan, kacang-kacangan, anggur dan pipa baja, serta pajak 25% untuk delapan produk lainnya, seperti aluminium, produk daur ulang dan daging babi. Trump kemudian bereaksi pada tindakan pembalasan pertama Cina tersebut. AS mengenakan pajak 25% untuk hampir 1.300 barang Cina dari industri pesawat terbang, mesin dan medis.

Sampai saat ini perang dagang ini belum menemui titik damai. Perang ini masih membuat investor ketar-ketir dan memantau perkembangannya lebih lanjut.


Pengusiran Diplomat Rusia

Berawal dari kejadian percobaan pembunuhan pada agen ganda Rusia di Inggris, yang bernama Sergei Skripal beserta putrinya pada awal Maret lalu. Keduanya diyakini telah diserang dengan zat saraf di Salasbury, Inggris Selatan. Kemudian negara-negara didunia melakukan pengusiran  pada beberapa diplomat Rusia yang dicurigai sebagai mata-mata.

Rusia pun tak hanya tinggal diam, dan mengatakan bahwa penyerangan tersebut bukan ulah mereka. Mereka juga membalas dengan mengusir beberapa diplomat negara yang melakukan tindakan pengusiran terhadap diplomatnya.


Perang Negara Adidaya di Konflik Suriah

Perang Suriah adalah perang saudara yang terjadi hampir 7 tahun. Perang ini berawal dari perlawanan oposisi terhadap pemerintahan Presiden Bassar Al-Assad. Tetapi perang ini menjadi rumit karena adanya keterlibatan beberapa negara yang mempunyai kepentingan tersembunyi di balik misinya. Negara-negara tersebut terbagi menjadi dua sisi. Pendukung pemerintah dan pendukung oposisi. Negara pendukung pemerintahan Suriah terdiri dari Rusia dan Iran, sedangkan pendukung oposisi adalah Amerika, Turki, dan Arab Saudi.

Baru-baru ini terjadi serangan kimia di Douma, kota terakhir yang dikuasai oposisi di wilayah Ghouta, Timur Suriah. Aktivis oposisi, petugas penyelamat, dan petugas medis yang bekerja di negara itu mengatakan bahwa ada lebih dari 40 orang tewas setelah bom yang diisi dengan bahan kimia beracun dijatuhkan oleh pasukan pemerintah Suriah.


Presiden Donald Trump mencurigai Rusia mempunyai andil atas serangan tersebut. Orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu memperingatkan Rusia, bahwa AS akan segera melakukan aksi militer di Suriah. Trump mengatakan Moskow harus bersiap akan adanya serangan rudal yang akan ditembakkan ke negara yang dilanda perang itu.


Rusia segera menanggapi presiden AS itu. Duta besar Rusia untuk Lebanon pada Selasa malam mengatakan bahwa setiap rudal AS yang ditembakkan ke Suriah tidak hanya akan ditembak jatuh, tetapi tempat peluncuran rudal itu juga akan menjadi sasaran. Prospek tanggapan pembalasan dari Rusia pada rencana AS itu, dapat mendorong eskalasi dramatis dalam perang Suriah.


Ancaman Trump itu bukan hanya isapan jempol semata, pada akhir pekan kemarin, tepatnya pada hari Sabtu (14/04/2018) Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama sekutunya Prancis, dan Inggris melakukan serangan rudal ke sejumlah sasaran militer di Suriah.


"Ketiga berita tersebut telah memanaskan iklim geopolitik yang berdampak pada ekonomi global, aset Safe Haven solusinya"


Solusi yang biasa dilakukan investor adalah mencari tempat berlindung yang aman, dimana di dalam dunia investasi khususnya forex biasa disebut dengan istilah Safe Haven. Goncangan yang terjadi pada pasar, terkait perekonomian global yang tidak menentu atau ada gejolak geopolitik, biasanya tidak mempengaruhi nilai aset Safe Haven, bahkan ada beberapa yang mampu meningkat nilainya. Oleh karena itu aset Safe Haven dianggap sebagai tempat berlindung yang aman untuk investor dari ancaman krisis keuangan. Salah satu aset Safe Haven yang dipercaya para pelaku pasar atau investor adalah emas.


Salah satu contoh bukti bahwa emas dapat dijadikan sebagai aset Safe Haven adalah pada saat terjadi krisis ekonomi global pada tahun 2007-2008. Dari bulan Juni tahun 2007 ketika krisis mulai terjadi hingga bulan Maret tahun 2009, banyak sekali pasar saham global yang menurun lebih dari 50 persen. Bahkan indeks saham S&P ambruk sebesar 55 persen. Namun, apa yang terjadi pada aset Safe Haven seperti emas? Selama periode krisis tersebut, harga emas meningkat dari sekitar 670 Dolar AS ke level harga 938 Dolar AS, atau mengalami kenaikan tajam sekitar 40 persen. Kondisi tersebut dapat dilihat pada grafik berikut ini


Dari grafik tersebut terlihat jelas, emas mampu bertahan dan bahkan meningkat di tengah krisis ekonomi. Di saat pasar saham terguncang dengan krisis ekonomi yang terjadi pada saat itu, emas mampu menanjak naik. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi saat ini, pergerakan emas terus menanjak naik ditengah kondisi geopolitik yang makin memanas.


                             

Semakin banyak gempuran berita-berita politik atau ekonomi yang kini semakin sering terjadi. Investasi dengan trading emas (XAU/USD) bisa menjadi solusi untuk trading forex Anda. Tetapi Anda pun harus mengetahui bagaimana bertransaksi dengan baik, seperti yang dilakukan oleh OTA Trading.