Kondisi Geopolitik Tengah Memanas, 2 Hal Ini Penyebabnya

Oleh: Abdul Hadi Date: 02 Apr 2018

Pasar global tengah terombang-ambing oleh iklim geopolitik yang tengah memanas akhir-akhir ini. Mulai dari tindakan pengusiran diplomat Rusia yang dilakukan beberapa negara dunia, hingga perang tarif yang digaungkan oleh Amerika yang dikomandoi Donald Trump terhadap produk impor China yang masuk Amerika Serikat (AS). Berikut Insight akan menjabarkan selengkapnya kedua kondisi politik tersebut, yang nampaknya kian hari kian memanas.

Pengusiran Diplomat Rusia

Rusia tengah menjadi “Public Enemy” negara-negara dunia, terutama negara-negara Eropa dan Amerika setelah kabar adanya percobaan pembunuhan pada agen ganda Rusia di Inggris, yang bernama Sergei Skripal beserta putrinya pada awal Maret lalu. Keduanya diyakini telah diserang dengan zat saraf di Salasbury, Inggris Selatan.

Para pemimpin negara Eropa dan Amerika meyakini Rusia otak dibalik kejadian tersebut. Inggris dengan cepat melakukan tindakan pengusiran pada diplomat Rusia yang berada di negaranya. Dilansir dari NBC News, Perdana Menteri Inggris Theresa May dalam pidatonya di hadapan parlemen menyatakan akan mengusir 23 Diplomat Rusia, yang terindikasi sebagai mata-mata Rusia.

Tindakan tegas Inggris pada akhirnya diikuti oleh para pemimpin beberapa negara, bukan hanya dari negara-negara Eropa saja, hampir semua negara yang mencurigai Rusia sebagai dalangnya melakukan hal yang serupa. Berikut daftar negara yang mengusir diplomat Rusia.


Inggris (23 diplomat), Amerika Serikat (60 diplomat), Moldova (3 diplomat), Hungaria (1 diplomat), Albania (2 diplomat), Ukraina (13 diplomat), NATO (7 diplomat), Irlandia (1 diplomat), Ukraina (13 diplomat), Australia (2 diplomat), Finlandia (1 diplomat), NATO (7 diplomat), Denmark (2 diplomat), Latvia (1 diplomat), Kanada (4 diplomat)Italia (2 diplomat), Makedonia (1 diplomat), Prancis (4 diplomat), Belanda (2 diplomat), Norwegia (1 diplomat), Jerman (4 diplomat), Spanyol (2 diplomat), Rumania (1 diplomat), Polandia (4 diplomat)Belgia (1 diplomat) Swedia (1 diplomat), Republik Ceko (3 diplomat), Kroasia (1 diplomat), Lithuania (3 diplomat), dan Estonia (1 diplomat)


Total ada 151 diplomat Rusia yang diusir dari negara-negara tersebut. Tindakan pengusiran besar-besaran ini merupakan hal yang langka terjadi. Rusia pun melakukan pembalasan dendam, dengan mengusir beberapa diplomat negara, khususnya Inggris. Moskow mengelak bahwa kejadian yang terjadi pada Sergei Skripal beserta putrinya itu bukanlah ulah negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin tersebut. Tapi nampaknya negara-negara yang telah melakukan pengusiran tidak mempercayainya, dan kemungkinan drama pengusiran ini masih akan berlanjut.


Perang Tarif AS -China

Perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China terus berkelanjutan. Berawal dari hasil investigasi AS selama 7 bulan, Donald Trump beserta koleganya di Gedung Putih meyakini bahwa China telah mencuri kekayaan intelektual AS. Lalu mereka mengambil tindakan dengan menetapkan tarif pada barang-barang China yang masuk ke AS. Departemen perdagangan AS diperintahkan Trump untuk menetapkan tarif impor produk China Sebesar US$ 50 - US$ 60 miliar. Angka yang cukup membuat China berang, dan melakukan balas dendam terkait tindakan Trump tersebut. China akan mengenakan tarif impor pada sejumlah barang impor AS. Akan ada 120 barang impor AS yang tarifnya akan dinaikkan. Tarifnya akan berkisar di 15% hingga 25%. 


Dikutip dari CNN, Kementerian Perdagangan China menerapkan tarif tersebut untuk menyeimbangkan kerugian yang dialami akibat pengenaan tarif impor produk baja dan alumunium China oleh AS.


Perang tarif ini telah menjadi perhatian pelaku dunia bisnis dan investasi. Karena kedua negara ini mempunyai kekuatan yang mumpuni dalam perekonomian global. Perang tarif mereka secara tidak langsung akan memberi dampak pada laju pertumbuhan ekonomi dunia. Saat ini pun perang tarif ini masih belum menemui titik temu kedua negara.


Sepertinya kedua kabar tersebut akan terus berlanjut, karena belum ada mediasi untuk mencapai kata sepakat atau damai, baik kabar tentang pengusiran diplomat Rusia maupun perang tarif antara AS dan China.  Panasnya kondisi politik tersebut cukup membuat investor ketar-ketir. Kekhawatiran akan faktor fundamental seharusnya tidak Anda alami, jika ONICS Trading yang menjadi partner dalam transaksi forex Anda. Jangan terlalu pusing memikirkan fundamental biar ONICS saja.