Cerita Di Balik World Economic Forum Davos

Oleh: Abdul Hadi Date: 29 Jan 2018

Minggu lalu beberapa orang terkaya dan paling berkuasa di dunia terbang menuju Davos, Swiss dalam rangka menghadiri World Economic Forum (WEF), yang tepatnya dimulai pada hari Selasa (23/01/16). Tapi apa tujuan dari pertemuan para kaum elit yang diadakan tahunan ini, di pegunungan Swiss yang tertutup salju? Apa yang sebenarnya terjadi di sana? Apakah itu benar-benar berguna? Dan mengapa Donald Trump menghadirinya, walupun pendahulunya tidak pernah hadir dalam forum ini?


Apa itu Davos?


Ini merupakan konferensi yang diprakarsai oleh Klaus Schwab seorang teknisi dan ekonom Jerman. Konferensi ini dimulai pada tahun 1971, pada awalnya ini hanya dalam skala kecil yang membahas tentang teknik manajemen Amerika kepada perusahaan-perusahaan Eropa yang berkinerja buruk. Lambat laun pertemuan ini menjadi booming dan kini menjadi pertemuan tahunan yang  dihadiri sekitar 3.000 elit dunia dari dunia bisnis, keuangan, politik dan urusan publik. Misi resmi forum ekonomi Dunia adalah  "memperbaiki keadaan dunia". Pertemuan ini  diadakan di sebuah pusat konferensi di jantung resor ski Swiss, Davos, di mana delegasi mendengarkan pidato, diskusi panel dan ambil bagian dalam seminar.



Siapa yang Hadir di Davos?


Tokoh-tokoh kepala negara dan menteri dari lebih 70 negara, seperti Emmanuel Macron, Angela Merkel, Theresa may, Justin Trudeau, Benjamin Netanyahu, Mauricio Macri, Emmerson Mnangagwa, Narendra Modi dan sebagainya akan menghadiri pertemuan ini.


Biasanya Presiden Amerika tidak menghadiri pertemuan ini, namun kali ini Presiden Trump menyediakan waktunya untuk terbang menuju Davos. Analis memperkirakan Trump akan menekankan tema yang selalu digaungkannya sejak masa kampanye hingga kini yaiitu  "America First".  Inilah politik bisnis yang terus mendorong agenda politiknya untuk ke depan.


Banyak pemimpin perusahaan terbesar di dunia juga akan hadir, pada tahun ini hadir Marc Benioff dari Salesforce, Carlos Ghosn dari Renault-Nissan-Mitsubishi dan Sir Martin Sorrell dari WPP. Delegasi bisnis inilah yang menyumbang dana terbesar untuk konferensi tersebut, dengan biaya keanggotaan dan kemitraan korporat tahunan berkisar antara 60.000 dan 600.000 Swiss Franc, atau bila di rupiahkan kurang lebih sebesar 800 Juta hingga 8 miliar . 


Pemimpin senior seperti IMF dan PBB juga hadir, dan juga bos bank sentral nasional, seperti Mark Carney dari Bank of England (BOE).


WEF juga mengundang kepala badan amal, serikat pekerja, akademisi dan organisasi non-pemerintah, untuk melawan tuduhan bahwa Davos hanya tentang elit plutokratik (sistem demokrasi yg dikuasai oleh orang yg kaya atau bermodal) yang berbicara dengan elit lainnya.


Setiap tahun segelintir selebriti dari dunia hiburan juga diundang oleh WEF. Tahun ini Cate Blanchett dan Elton John hadir dlam forum tersebut. Pada tahun 2016 salah satu tamu kehormatan selebriti yang hadir adalah Kevin Spacey.


Apa yang terjadi disana?


Banyak diskusi tentang tema yang biasanya hampir sama tiap tahunnya, seperti ketidaksetaraan, kemiskinan, inovasi, perubahan teknologi, lingkungan, dan tanggung jawab sosial perusahaan. "Tema" resmi dari pertemuan tahun ini adalah: "Menciptakan masa depan bersama di dunia yang retak".


Tetapi kenyataannya adalah banyak CEO yang hadir disana sebagian besar memanfaatkan pertemuan ini untuk berbicara tentang bisnis maupun kerjasama, yang biasanya pembicaraannya akan berlangsung di ruang pertemuan pribadi di pusat konferensi utama dan di pesta dan kamar hotel mewah di resor ini.


Beberapa politisi datang untuk alasan yang berhubungan dengan ego, tetapi juga karena ini adalah kesempatan untuk membuat penawaran investasi kepada pemain sektor swasta yang mempunyai kekyaan yang tak tertandingi dari seluruh dunia. Ini juga merupakan kesempatan bagi para pemimpin untuk mencoba mengirimkan pesan pilihan mereka ke media global.


Kesepakatan geopolitik juga pernah terjadi di pertemuan ini, sebagai contoh saat Yunani dan Turki menandatangani "Deklarasi Davos" pada tahun 1998, yang membantu kedua negara menghindari perang.


Apakah pertemuan ini ada gunanya dan berdampak pada pasar forex?


Bagi para pendukungnya pertemuan ini menjadi wadah yang sangat baik,  untuk  orang-orang berpengaruh dan cerdas dengan niat baik, merancang solusi untuk masalah sosial, ekonomi dan politik yang sulit diatasi. Meskipun tidak menyelamatkan dunia secara langsung. 


Namun untuk yang apatis terhadap pertemuan ini. Mereka menganggap ini hanya sebagai ajang para petinggi-petinggi yang hadir untuk menunjukan keelitannya. Salah satu komentar pedas pernah dilontarkan oleh  mantan kepala ahli strategi Trump, Steve Bannon yang mengatakan "pertemuan di  Davos mewakili semacam konspirasi elit jahat melawan orang-orang yang tidak berdaya di dunia".


Walaupun sebagian besar orang-orang yang mempunyai pengaruh kuat di dunia yang menghadiri pertemuan ini, tetapi pertemuan ini lebih condong kepada sebuah eksistensi para pejabat dan pemilik perusahaan besar di dunia. Dampak yang ditimbulkan dari hasil pertemuan ini tidak terlalu signifikan. Biasanya pasar tidak terlalu merespon pertemuan ini, namun jika Anda bingung menentukan analisa fundamental cukuplah berpegang pada analisa ONICS Trading.