Berikut Poin-Poin Penting FOMC Meeting The Fed

Oleh: Abdul Hadi Date: 22 Feb 2018

Kamis (22/02/2018) dini hari, pejabat Federal Reserves  (the Fed) AS, mengadakan pertemuan penting yang biasa disebut dengan FOMC meeting. Pertemuan yang membahas kebijakan bank sentral Amerika untuk kedepannya itu, banyak ditunggu-tunggu oleh para investor, karena pada saat pertemuan akan membahas mengenai inflasi dan tingkat suku bunga AS. Berikut poin-poin penting pertemuan para pembuat kebijakan bank sentral AS tersebut.


Tingkat Suku Bunga AS Akan Naik ?


Pertemuan tersebut mengindikasikan akan adanya kenaikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi kedepannya. Pejabat the Fed melihat adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi, hal ini menjadi landasan the Fed untuk terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Berdasarkan hasil pertemuan kebijakan FOMC dini hari tadi, para anggota dalam pertemuan tersebut, menunjukkan dengan jelas bahwa jalan di depan mengindikasikan akan adanya tingkat suku bunga yang lebih tinggi.

Pasar menyambut baik berita tersebut dengan kondisi volatilitas yang kuat.Wall street melonjak lebih tinggi, kemudian diikuti dengan imbal hasil obligasi 10-tahun yang melonjak, menyentuh level tertinggi empat tahun.


Data Positif AS Pemicu Kebijakan Suku Bunga The Fed


Pejabat FOMC menyimpulkan bahwa  pertumbuhan ekonomi telah meningkat berkat pemotongan pajak, peningkatan belanja dan kepercayaan konsumen dan sejumlah besar data yang menunjukkan tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi AS bergerak dengan kecepatan yang berkelanjutan. Para anggota mengatakan, mereka telah merevisi proyeksi ekonomi ke atas yang mereka buat pada pertemuan sebelumnya di bulan Desember.


"Sebagian besar peserta pertemuan mencatat adanya  prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut secara bertahap," ringkasan tersebut menyatakan. "Hampir semua peserta" melihat inflasi bergerak ke arah sasaran 2% target "jangka menengah" the Fed, karena pertumbuhan "tetap berada di atas tren dan pasar tenaga kerja tetap kuat."


FOMC Meeting Terakhir Janet Yellen


FOMC Meeting kali ini merupakan pertemuan yang terakhir untuk ketua the fed saat ini, Janet Yellen, tongkat kepemimpinanya akan diteruskan oleh Jerome Powell, yang seblumnya menjabat sebagai dewan gubernur, yang rencanya akan memberikan kesaksian di depan parlemen pada akhir bulan Februari, dan awal bulan Maret. Jerome Powell adalah mantan bankir investasi yang saat ini tengah menjabat sebagai dewan gubernur Federal reserve. Para analis memperkirakan Powell  akan meneruskan strategi kenaikan suku bunga Yellen.

Janet Yellen semasa menjabat telah berhasil membuat harga ekuitas yang tinggi, pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 3% inflasi yang terjaga dan tingkat pengangguran terendah sejak awal tahun 2000an


Inflasi Menjadi Fokus Utama


Inflasi adalah topik pembicaraan yang menjadi fokus utama selama pertemuan. Para pejabat the Fed menganggap bahwa konsumsi pribadi inti - tidak termasuk makanan dan energi - kemungkinan akan berjalan dengan baik " lebih cepat, terutama di tahun 2018." dimana tingkat inflasi pada 2017 terperosok sekitar 1,5%. Ukuran inflasi yang disukai The Fed adalah indeks pengeluaran konsumsi pribadi.


Pasar secara luas mengharapkan The Fed menyetujui kenaikan kuartalan pada pertemuan Maret yang akan menaikkan suku bunga hingga kisaran target 1,5% menjadi 1,75%. Level kenaikan ini terkait dengan sebagian besar hutang konsumen. Selain tingkat kenaikan secara bertahap, komite juga secara perlahan melepaskan portofolio obligasi, atau neraca keuangan.


FOMC meeting selalau membawa dampak yang signifikan terhadap pasar. karena ini merupakan gambaran ekonomi AS untuk kedepannya. Untuk para expert mungkin ini kesempatan yang baik untuk meraup keuntungan, namun untuk pemula sebaliknya, sulit untuk memprediksi kemana arah harga setelah data dirilis. Ada baiknya untuk Anda yang masih pemula ikuti 7 Cara Trading Mudah & Menuntungkan, Agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar ketika data dirilis.