3 Peristiwa Penting Ini Bisa Mempengaruhi Trading Forex Anda

Oleh: Abdul Hadi Date: 20 Mar 2018

Minggu ini ada 3 peristiwa penting yang terjadi, yang kemungkinan besar akan menjadi faktor penggerak harga pada pasar forex. Peristiwa tersebut adalah Konferensi G20, Brexit, dan pengumuman tingkat suku bunga oleh Bank Sentral Amerika/The Fed. Ketiga peristiwa ini patut di waspadai , terutama kebijakan tingkat suku bunga the Fed. Apa saja kira-kira isi dari peristiwa tersebut, mari kita bahas dalam Insight kali ini .


Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20


KTT G20 adalah Pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral 20 negara terbesar dunia di Buenos Aires, ini merupakan pertemuan yang ke 13 kalinya. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu, dimaksudkan untuk membahas prospek ekonomi negara-negara anggota G20, masa depan sektor pekerjaan, masalah Crypto Currency seperti bitcoin, dan penghindaran pajak perusahaan.

Namun tema perdagangan mendominasi diskusi, setelah Presiden Donald Trump pada 8 Maret mengumumkan tarif global sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen pada aluminium. Bukan hanya itu saja, pada hari Jumat (23/03/2018) nanti, Trump diperkirakan akan mengumumkan tarif baru untuk teknologi dan barang konsumen China senilai $ 60 miliar setiap tahun, untuk menghukum Beijing atas upaya untuk memperoleh kekayaan intelektual AS. menurut sumber Reuters.

Perang tarif yang digaungkan Amerika itu telah membuat kekhawatiran bahwa akan terjadi pembalasan dari China, yang dimana efek lebih besarnya akan berdampak pada perdagangan global dan meruntuhkan kekuatan pertumbuhan global yang terkuat sejak G20 didirikan selama krisis keuangan tahun 2008


Perjanjian Transisi Sebelum Berpisahnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit)


Pada hari Senin (19/03/2018) Inggris dan Uni Eropa telah menyepakati perjanjian proses transisi, dimana dalam proses transisi tersebut Inggris akan tetap berada di Uni Eropa sampai akhir 2020, namun dengan kekuatan terbatas. proses transisi akan berlangsung selama 21 bulan, yaitu dari 29 Maret 2019 sampai akhir 2020, sebelum negara tersebut akhirnya meninggalkan zona euro sepenuhnya.

Selama periode tersebut, "Inggris tidak akan lagi berpartisipasi dalam prosedur pengambilan keputusan di Eropa," kata juru bicara Uni Eropa Michel Barnier kepada wartawan di Brussels, Senin (19/03/2018).

Masa transisi ditujukan untuk memberi kesempatan banyak waktu untuk sektor bisnis dan warga negara, baik di Inggris maupun Uni Eropa, agar sepenuhnya siap untuk berpisah. Ini juga akan memungkinkan juru runding untuk menyimpulkan pembicaraan mereka tentang bagaimana hubungan antara Uni Eropa dan Inggris selanjutnya, yang akan dimulai dari tahun 2021, yang pada saat ini masih jauh dari pasti.

Kebijakan Tingkat Suku Bunga The Fed

Diantara tiga peristiwa penting minggu ini, pertemuan FOMC akan menjadi topik utama. The Fed akan menjadi sorotan mata pelaku pasar, terutama para trader forex. Bank Sentral Amerika Serikat itu akan menentukan kebijakan tingkat suku bunga berikutnya pada pertemuan Federal Open Markets Committee (FOMC). Pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu akan dimulai pada hari Rabu waktu setempat, atau Kamis (21/03/2018) pukul 01.00 wib. Ini merupakan pertemuan yang pertama kalinya dibawah kepemimpinan Jerome Powell sebagai ketua. The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, memperbarui komitmennya terhadap dua kenaikan yang serupa pada tahun 2018, dan menegaskan kembali rencananya untuk secara bertahap mengurangi ukuran neraca. Tindakan ini merupakan langkah maju ke depan dalam rangka normalisasi kebijakan moneter.

Sejak pertemuan the Fed terakhir pada pertengahan Desember, data inflasi inti AS telah meningkat, membuat the Fed semakin yakin untuk melakukan  tiga kenaikan tingkat suku bunga, dalam pandangan mereka inflasi yang lemah yang terjadi pada tahun lalu sebagian besar disebabkan oleh faktor sementara.

Faktor pendorong terbaru yaitu data inflasi yang dirilis naik terjadi pada hari Jumat, pemerintah melaporkan bahwa inflasi yang diukur oleh indeks pengeluaran konsumsi pribadi, naik 2,8% pada kuartal keempat. Sementara inflasi inti masih berjalan pada tingkat 1,5% y/y kenaikan kuartalan tertinggi sejak 2011.


Ketiga peristiwa itu akan memberikan dampak yang cukup signifikan pada transaksi trading Anda. Jangan sampai lewatkan momen tersebut, bisa saja setiap keputusannya bisa Anda manfaatkan untuk meraih profit, atau setidaknya tidak terjebak dalam transaksi yang floating loss, karena tidak mengikuti perkembangan beritanya. tetapi jika Anda punya kesibukan utama lainnya, terutama sibuk di tempat kerja, jangan khawatir cukup amankan transakasi Anda dengan strategi ini, cocok untuk anda yang waktunya terfokus pada pekerjaan sehari-hari.